Cari Blog Ini

21 Juni 2010

See with your heart (original brand)

Seorang pemuda mendatangi kediaman seorang kakek yang dikenal sangat bijak. Sang kakek tinggal di lereng gunung, digubuknya yg sederhana.Meskipun sang kakek memiliki banyak tanah dan harta, tetapi ia memilih untuk tinggal di gubuk yang sederhana .Penampilannya pun sangat sederhana dengan baju dan celana yg juga sederhana. Karena penasaran anak muda ini bertanya ;" Kakek, saya tidak habis pikir mengapa kakek memilih berpenampilan spt ini. Padahal di zaman sekarang orang ber-lomba2 untuk memiliki penampilan yg baik" .Sambil tersenyum sang kakek melepaskan cincin yg melingkar di jarinya dan menyerahkannya kpd si pemuda." Bawalah  cincin ini ke pasar dan jual dengan harga satu keping emas"' kata sang kakek." Aduh kek ,bagaimana mungkin orang mau membeli cincin ini dengan satu keping emas? Cincin ini kelihatannya tidak berharga," kata su pemuda."Cobalah tawarkan kepada yg lain,"  jawab sang kakek

Sambil mengantongi cincin tsb, si anak muda bergegas kepasar. Ia menawarkan cincin itu kepada penjual ikan,pedagang sayur dan para pedagang bauh. Tetapi mereka hanya menertawakanya seraya berkata;" Tak akan ada orang yg mau membeli cincin jelek ini dengan satu keping emas". Maka pulanglah pemuda itu menemui sang kakek." Benarkan Kek, tidak ada orang yg mau beli cincin ini dg satu keping emas," katanya."Kepada siapa engkau menawarkannya?", tanya sang kakek." Penjual ikan, penjual sayur dan penjual buah".kata si pemuda." Sekarang, pergilah tawarkan cincin ini ke toko emas di pusat kota,Kau tak perlu membuka harga", perintah si kakek. Pemuda itupun segera berangkat. Tak lama berselang ia pulang menemui si kakek."Kek, ternyata orang-2 dipasar tidak tahu menilai barang yg mahal.Pemilik toko emas yg kudatangi memberi harga 10 mkeping emas untuk cincin ini", katanya.Sekarang pertanyaan mu terjawab sudah.Kita tidak bisa menilai seseorang dari pakaiannya. Hanya pedagang ikan,sayur dan buah yg memiliki penilaian demikian, tetapi pedagang emas tidak.
       
        Karena itu, jangan pernah menilai orang berdasarkan penampilan fisik mereka, karena itu adalah filosofi dunia. Jangan pula menentukan nilai diri anda berdasarkan mewahnya tempat tinggal, pakaian dan penampilan fisik anda, karena Tuhan tidak pernah menilai anda berdasarkan itu. Tuhan melihat kedalaman hati seseorang, ia melihat sikap hati dan apa yang anda pikirkan. Begitu banyak orang yg memiliki pola penilaian yg salah, baik terhadap sesama maupun terhadap diri sendiri.
       
        Mulai sekarang marilah menilai segala sesuatunya berdasarkan penilaian Tuhan, sehingga anda akan mengejar apa yg bernilai bagi Tuhan dan bukan yg bernilai bagi manusia. Dengan demikian anda akan mendapatkan penghargaan yg layak dari Tuhan. Amin



Sumber: sharing - e-mail from LBS

Tidak ada komentar: